Senin, 06 Oktober 2014

Tugas Softskil Sistem Informasi Akuntansi ( 1 )



J1. ) Jelaskan definisi system informasi akuntansin (SIA) menurut anda !
Menurut saya, SIA adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

22. )  Jelaskan peranan SIA dalam rantai nilai / value chain !
Peran SIA dalam Rantai Nilai
(VALUE CHAIN)
Pada umumnya organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan. Hal tersebut membutuhkan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dan dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk rantai nilai (value chain).
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
1. Inbound logisticsterdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.
2. Operasi (operations) adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi.
3. Outbond logisticsadalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan.
4. Pemasaran dan penjualanmengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.

3. ) Sebutkan dan jelaskan pihak eksternal dan pihak internal pengguna utama informasi akuntansi !
  • Eksternal       : yaitu bersifat mandatory (perintah) dan essential (sangat diperlukan)
  • Internal         : yaitu bersifat discretionary(kebebasan yang ditentukan)


4. ) Jelaskan fungsi SIA dalam suatu organisasi !
Fungsinya adalah memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan.
Organisasi juga melaksanakan berbagai aktivitas pendukung (support activities) yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif. Aktivitas-aktivitas pendukung tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:
1. Infrastruktur perusahaan mengarah pada aktivitas-aktivitas akuntansi, keuangan, hukum, dan administrasi umum yang penting bagi sebuah organisasi untuk beroperasi. SIA adalah bagian dari infrastruktur perusahaan.

2. Sumber daya manusia melibatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan, dan pemberian kompensasi dan keuntungan bagi pegawai.

3. Teknologi merupakan aktivitas yang meningkatkan produk atau jasa. Contoh: penelitian dan pengembangan, investasi dalam teknologi informasi yang baru, pengembangan Website, dan desain produk.

4. Pembelian (purchasing) termasuk seluruh aktivitas yang melibatkan perolehan bahan mentah, suplai, mesin, dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas utama.

5. ) Sebutkan dan Jelaskan aplikasi – aplikasi teknologi informasi pada suatu organisasi !

  • ·        Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.



  • ·        Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.

  • ·        Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifikPerusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.



  • ·        Yang tadinya manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya, biaya untuk kertas, alat tulis, dll.



  • ·        Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT. Sebab dengan IT ini akan memperbendek rantai birokrasi, yang tadinya selesai dalam 1 minggu dengan IT hanya butuh waktu 1 hari. Apabila waktu tadi kita konversikan ke biaya maka akan mendapatkan penghematan sekian rupiah.

Refrensi : 
  • http://communicationista.wordpress.com/2010/03/26/teknologi-komunikasi-dalam-organisasi/ 

  • iniputri.blog.uns.ac.id/files/2010/05/paper-manajemen-dan-ti.pdf
  • http://ghazalimiqbal.blogspot.com/2010/10/aplikasi-sistem-informasi-di-fungsi_06.html

Senin, 09 Juni 2014

Bahaya Membasmi Seekor Kecoa dan Cara Membasminya

Sekedar info untuk kita, semoga bermanfaat...
Saya yakin kita pernah ketemu dengan yang namanya Kecoa. Kecoa ini jenis binatang serangga yang sangat berbahaya disamping menjijikan, apalagi kalau sudah menyentuh makanan kita. pasti kita akan membunuhnya secara langsung tanpa dipikir dulu. Dan ada juga yang takut dengan kecoa karena jijiknya itu.
Termasuk yang mana? yang langsung dibasmi atau yang langsung lari jika ketemu kecoa?
Memang seekor kecoa ini seperti tidak berbahaya dalam kesehatan kita, soalnya kelihatan lugu, tidak berbahaya, padahal dibalik keluguan itu menyimpan rahasia yang sangat berbahaya bagi manusia. saya pernah dengar jika makanan kita disentuh oleh kecoa maka makanan itu sudah dimasukkan kuman yang mengakibatkan manusia itu sakit. Didalam tubuh kecoa mengandung ratusan kuman bahkan ribuan penyakit yang bisa menular bagi manusia. 
Oleh karena itu berhati-hatilah dengan binatang satu ini yaitu  Kecoa yang sering ditemukan di rumah kita. Dan saya ingatkan jangan sampai kecoa itu langsung dibunuh dengan cara dipukul oleh alat pemukul atau diinjak langsung oleh kaki kita. karena itu sangat berbahaya bagi manusia.
Mungkin anda ada yang  belum tahu bagaimana Bahayanya membunuh seekor kecoa yang sering kita lihat dirumah atau dimana saja. Membunuh seekor kecoa itu ada Rahasia yang sangat ngeri sekali  dan sangat berbahaya bagi keamanan dan kenyaman kita apalagi dalam kesehatan manusia.
Saya Sarankan bila anda menemukan seekor kecoa di rumah atau dimana saja. Sekali lagi Janganlah anda memukulnya atau di injak sampai mati bahkan sampai isi perut kecoa keluar semuanya. Karena di dalam perut kecoa itu terdapat binatang yang namanya Cacing. Seekor cacing ini tidak panjang. sangatlah pendek , halus dan lembut. Cacing ini akan keluar dan tetap hidup jika kecoa itu dibunuh  sampai keluar isi perutnya dan cacing ini tetap hidup meskipun diluar dari tubuh kecoa itu.
Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh kecoa yang telah dibunuh, cacing tersebut akan bergerak untuk mencari tempat atau induk yang baru. Dan Cacing ini bentuknya sangatlah pendek tidak panjang, lembut dan halus. Dan akan terlihat kasat mata jika jarak pandang kita sekitar 10 - 20 cm.
Jika mau  melihat cacing ini. caranya Anda taruhkan atau simpan isi perut kecoa itu di atas kertas hitam atau di atas cermin. Disanalah kita akant terlihat pergerakkan cacing yang pendek halus itu.
Sekali lagi sangat berbahaya apabila cacing tersebut sampai menyentuh kulit tubuh kita terutama kaki karena cacing itu bisa masuk melalui pori-pori kulit kaki atau bila ada luka terbuka pada kulit luar, baik di tangan atau di badan. Maka cacing akan bebas dan leluasa masuk ke tubuh manusia.
Cara membunuh yang baik dan aman, sebaiknya kecoa itu dibasmi atau dibunuh cukup dengan memakai alat semprotan, misalkan dengan memakai semprotan Baygon, semprotan Hit atau  semprotan anti serangga lainnya, yang dapat membasmi atau membunuh kecoa tanpa mesti kita memukulnya atau menginjak kecoa itu mati sampai mengeluarkan isi perutnya
 
Sumber : http://www.ahlisyukur.com/2013/04/bahaya-membasmi-seekor-kecoa-dan-cara.html

Tips Berbelanja di bulan Puasa

Jakarta - Sebelum bulan puasa ternyata Pemerintah membuat kebijakan yang kereeen, yaitu menaikan harga BBM, alhasil harga-harga barang merangkak naik. Memasuki bulan Puasa, harga barang tersebut naik semakin tinggi, tinggi, dan tinggi. 

Lalu Bagaimana cara bijak membelanjakan gaji bulanan terutama di saat bulan ramadan seperti ini? Bulan puasa identik dengan pengeluaran yang membengkak. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut.

A. Naiknya harga-harga sembako
Bahkan tahun ini kenaikan harga BBM hanya beberapa minggu sebelum bulan puasa tiba, sehingga mendorong kenaikan biaya transportasi dan sembako. Ini adalah faktor yang tidak bisa dihindari.

B. Konsumtif
Esensi dari puasa adalah menahan nafsu, namun sering hanya diartikan menahan makan dan minum dari sahur hingga berbuka, bukan menahan nafsu konsumtif. Berbelanja dalam keadaan lapar pun memicu pembelian barang-barang yang harusnya tidak diperlukan.

C. Pergeseran jam makan
Logikanya, pergeseran jam makan dari sarapan menjadi sahur, makan siang jadi takjil berbuka, makan malam tetap, akan membuat lebih hemat karena biaya makan siang menjadi hanya biaya takjil. Tapi banyak orang yang merasa pengeluaran mereka lebih banyak, karena saat berbuka dan makan malam cenderung ingin makan apapun yang diinginkan.

D. Undangan buka puasa bersama
Banyaknya undangan buka puasa bersama di restoran atau di café bersama keluarga, kerabat dan teman pastinya juga membuat pengeluaran membengkak.

Dari Poin B, C, dan D di atas sebenarnya masih dapat disiasati sehingga tidak ada minus pengeluaran di bulan puasa. Adapun Cara bijak membelanjakan gaji bulanan untuk menghadapi bulan puasa seperti ini adalah: 

1. Mengetahui jumlah pengeluaran bulanan pada bulan-bulan sebelumnya
Untuk rumah tangga dengan kebiasaan memasak, kenaikan harga-harga bahan makanan dapat dihitung sehingga diketahui seberapa besar perbedaan harganya. Jika terbiasa membeli makan atau dengan catering, tentu kenaikan harga lebih mudah diketahui. Setelah itu bisa dianggarkan untuk sebulan ke depan.

TIPS: Bagilah pengeluaran sehari-hari –yang telah dianggarkan tadi-- (terutama makan dan transport) untuk seminggu dan pastikan hanya ada sejumlah uang untuk seminggu di dompet Anda, termasuk budget hiburan saat akhir minggu. Minggu selanjutnya barulah ambil uang lagi di ATM sejumlah yang sama dengan minggu lalu. Dengan demikian pengeluaran akan terkontrol.

2. Alokasikan Anggaran
Untuk pengeluaran seperti belanja bulanan, belilah hanya yang benar-benar diperlukan, sesuai alokasi anggaran. Buat daftar belanja sebelum ke pasar/supermarket dan taati daftar tersebut. Jika berbelanja di supermarket usahakan untuk berbelanja setelah berbuka agar nafsu belanja tidak tinggi.

3. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan
Buka puasa bersama mungkin adalah kebutuhan untuk bersosialisasi, tapi perlukah di restoran/café di luar budget Anda? Anda dapat mengusulkan restoran yang lebih murah, atau jika tidak terlalu dekat dengan lingkungan pertemanan tersebut Anda selalu bisa memilih untuk tidak ikut.

4. Sisihkan juga di awal biaya-biaya lain yang harus dibayarkan
Seperti saat ini yang kebetulan bulan puasa jatuh pada masa liburan sekolah dan masuk sekolah, sehingga akan ada biaya liburan anak dan biaya masuk sekolah.
(ang/ang) 
 
sumber: finance.detik.com

Trik Agar Apel Kupas tak Berwarna Kecoklatan

Jakarta - Warna kecokelatan sering kali muncul pada daging buah apel yang sudah dipotong. Tentunya akan merusak penampilan buah dan rasa. Untuk mencegah perubahan ini bisa dilakukan cara mudah. Seperti beberapa langkah ini.

Perubahan warna cokelat pada apel umum terjadi karena enzim buah bereaksi dengan oksigen di udara yang lebih dikenal dengan oksidasi. Untuk mencegahnya simak lima trik jitu ini.
 
1. Olesi air jeruk lemon
Perubahan warna pada apel bisa diatasi dengan air jeruk lemon. Air lemon yang mengandung asam sitrat akan mencegah terjadinya oksidasi. Caranya cukup kucuri permukaan daging buah apel yang sudah dibelah dengan air lemon. Rasanya pun jadi lebih segar.
2. Gunakan garam
Garam merupakan pengawet alami dan efektif mencegah perubahan warna pada apel yang sudah dipotong. Larutkan setengah sendok teh garam dalam air dingin secukupnya. Kemudian rendam apel yang sudah dikupas ke dalam larutan garam selama 3-5 menit. Kemudian bilas dengan air matang dan tiriskan.

3. Rendam dalam minuman berkarbonasi
Minuman berkarbonasi umumnya mengandung asam sitrat. Baik digunakan untuk mencegah perubahan warna cokelat pada buah apel. Jenis minumannya bisa berupa lemon-lime soda. Cukup merendam buah apel yang sudah dipotong-potong dan diamkan beberapa saat.

4. Rebus apel
Merebus apel juga bisa mencegah perubahan warna pada apel. Proses ini dapat menghentikan reaksi enzim dengan oksigen. Cara ini mudah dilakukan, masukkan apel yang sudah dipotong- potong ke dalam panci berisi air mendidih selama 5 menit. Kemudian angkat dan bilas dengan air dingin.

5. Bungkus dengan plastik
Metode sederhana ini juga bisa dilakukan untuk mencegah perubahan warna pada buah apel. Cukup bungkus apel yang sudah dipotong-potong dengan plastik rapat-rapat agar udara tidak mudah masuk sehingga enzim dalam buah apel tidak teroksidasi.

sumber:food,detik.com

Artikel : "Segera Buang Obat Jika Menemukan Cri-Ciri Seperti Ini"

Jakarta, Niat hati ingin sembuh malah sakit makin parah gara-gara beli obat palsu ataupun obat yang sudah rusak tapi tetap beredar di pasaran. Tak ada solusi lain selain waspada dan tahu caranya mengenali obat palsu dan obat rusak.

Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dra A. Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid., memaparkan ciri-ciri obat rusak. "Kapsul ciri-cirinya kalau sudah lembek atau lengket saling menempel gitu bisa. Dia itu kan pembungkusnya dari gelatin yang rentan udara dan gampang rusak, ada kelembaban maka airnya akan meresap ke gelatin itu sehingga kapsulnya jadi lembek."

Sedangkan untuk obat berbentuk salep, warna dan baunya berubah, bisa juga campuran komposisinya yang mulai terlihat seperti terpisah atau mengeras.

Menurut Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Drs M. Dani Pratomo, MM, Apt., salep yang rusak bisa saja disebabkan karena penggunanya cenderung menutup salep tidak terlalu rapat sehingga udara mudah masuk dan hal itu mempercepat proses oksidasi serta menurunkan kualitas salep menjadi lebih cepat.

Begitu pun dengan puyer yang juga tergolong sebagai obat campur atau terdiri atas beberapa komposisi bahan tertentu. Jika rusak, warnanya pun cenderung berubah. "Jadi kalau nggak habis sebaiknya dibuang saja karena kan proses
penumbukannya juga kita nggak tahu bagaimana dan sudah pasti di udara terbuka. Di udara terbuka ada kuman dan bakteri kan, makanya kalau ibu-ibu suka simpan puyer untuk anaknya nanti pas sakitnya kambuh janganlah ya," saran Retno saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (6/11/2013).

Lain kapsul dan salep, lain juga ciri obat sirup yang sudah rusak. Menurut Dani, obat sirup seperti halnya obat batuk yang rusak biasanya berubah jadi keruh, yang tadinya jernih langsung mengeruh.

Lalu sebenarnya apakah setiap obat memiliki jangka waktu penggunaan tertentu? "Kalau di apotek tidak dikasih tahu gimana nyimpen obatnya, itu hak pasien untuk nanya. Kalau obat racik stabilitasnya kira-kira tujuh sampai sepuluh hari, seperti puyer kalau sudah lebih dari seminggu sebaiknya dibuang," terang Dani.

Sedangkan obat batuk bisa tahan lama jikalau disimpan di kulkas atau sesuai dengan petunjuk penyimpanan yanga ada pada label. Biasanya mencapai 30 hari setelah dibuka atau sampai tanggal kedaluwarsa.

"Yang gampang itu cek sejak awal obat itu dipakai gimana dan nanti dilihat apakah bentuk, rasa, warnanya tidak sama dengan awalnya. Jika iya, itu sudah rusak berarti," imbuh Widyaretna Buenastuti, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP).(vit/up)
 

Kebahagiaan Untuk Sahabatku

Takut…
Semua orang pasti merasa takut…!!
Tapi pernakah kita merasa takut untuk kehilangan…?
Yaa.. mungkin sebagian banyak orang sangat takut yang namanya kehilangan, apalagi kehilangan seseorang yang berarti untuk kita!
Sama sepertiku, aku kehilangan sosok sahabat yang sangat istimewa bagiku, dan entah kapan aku dapat bertemu dengannya lagi!
Pagi ini langit begitu cerah ketika cahaya matahari terlihat bersinar dari ufuk timur. Namaku Olivia Putri salah satu murit kelas XI-IPA SMA Nusa Bangsa.
“Oliv” sapa marsya saat aku sampai di gerbang sekolah.
Marsya adalah sahabat baruku sekaligus teman sebangkuku di SMA ini sejak kelas 1 dan kebetulan kami sama-sama masuk kelas IPA.
“Eh Marsya, baru datang?” jawabku membalas sapaannya.
“Iya, ke kelas yuk?” ajaknya.
Kemudian kami pun berjalan melewati koridor-koridor sekolah menuju kelas.
Sekolahku lumayan besar dengan bercat tembok berwarna hijau, dengan tanaman gantung di setiap luar kelas yang berjejer rapi. Di samping gedung terdapat lapangan basket yang memisahkan antara gedung 1 dengan gedung 2 serta di belakang gedung terdapat taman kecil dengan beraneka ragam bunga berwarna warni. Begitulah sekolahku, tempat dimana harus aku datangi tiap hari untuk menuntut ilmu.
Setelah selesai pelajaran, Marsya mengajakku ke Balkon sekolah, kami duduk di sudut balkon sambil minum segelas es teh. Aku terkejut ketika marsya menepuk pundakku.
“Liv, kok bengong?” ucapnya.
“Ahh.. Marsya ngagetin aja…!
“Habisnya kamu bengong melulu, ntar kesambat lho”
“Aku sedang memikirkan sesuatu!”
“Memang apa yang kamu pikirkan?”
“Teman SMP ku dulu, saat SMP aku punya sahabat namanya Velisa, namun aku tidak tahu sekarang dia dimana.”
Aku bercerita kepada Marsya dimana awal aku mengenal Velisa.
Saat itu aku pergi ke toko buku bersama kakakku, namun saat pulang hujan begitu deras sehingga kami berdua kehujanan. Namun tiba-tiba seorang gadis kecil menawarkan sebuah payung dan dia adalah Velisa.
“Payung kak?” ucapnya
Kakakku menerima tawarannya, mengambil payung tersebut dan menggunakannya bersamaku untuk berjalan menuju halte. Sementara Velisa mengikuti kami dari belakang. Aku memperhatikannya, rambutnya yang panjang tergerai basah akibat air hujan begitu juga dengan bajunya, namun dia tetap tersenyum. Setelah sampai di halte kakakku mengeluarkan uang 10.000an dari sakunya dan memberikannya kepada Velisa.
“Maaf kak tidak ada kembaliannya” ucap Velisa
“kembaliannya buat adek saja” jawab kakaku
“terima kasih kakak” ia tersenyum menerima uang itu, kemudian pergi meninggalkan kami.
Aku merasa iba melihatnya bahwa gadis seumuran dia yang juga seumuranku harus bekerja menjadi ojek payung untk mendapatkan uang.
Aku tidak menyangka bahwa keesokan harinya aku bertemu kembali dengan Velisa. Saat itu adalah hari pertama kali aku menjadi siswi SMP, Velisa tersenyum padaku.
“kakak yang kemarin itu kan? namaku Velisa” ucap velisa memperkenalkan diri.
“iya, aku Oliv” jawabku kemudian.
Sejak saat itu aku bersahabat dengan Velisa kemanapun selalu bersama. Velisa mendapatkan beasiswa karena 3 kali berturut turut menang dalam lomba cerdas cermat, sehingga dia mendapatkan beasiswa dari sekolah SMP ku dulu. Namun saat kita hendak naik kelas 3 sekolahku tidak dapat memberikan bantuan lagi sehingga Velisa terpaksa harus berhenti sekolah karena beasiswanya dicabut.
Secara tidak sadar aku pun meneteskan air mata menceritakan itu semua kepada Marsya. Dan sejak saat itulah aku kehilangan dia.
Marsya tertegun mendengar ceritaku, sesaat dia terdiam kemudian bertanya.
“apa kamu tidak tahu rumahnya?”
“hmm Velisa pernah bercerita kalau dia tinggal di Panti Asuhan Kasih Bunda namun aku tidak tahu tempatnya dimana.
“emm.. bagaimana kalau kapan-kapan kita cari tahu tempat Panti Asuhan Kasih Bunda itu? Nanti aku bantu”
serius kamu?”
“iyalah”
“tapi aku tidak tahu Alamatnya!”
“maka dari itu kita coba cari alamatnya, kita kan bisa Tanya”
ya sudah kalau kita libur saja ya.. kita cari tahu”
“siip”
Keesokan harinya…
Angin sepoi-sepoi saat aku berangkat sekolah dan mendung tampaknya semakin gelap hingga sinar matahari tak mampu menerangi bumi namun tetap membuatku semangat untuk pergi ke sekolah. Hari ini ada praktek biologi untuk kelasku.
KRRIIINNGG…!!!
Bel tanda masuk berbunyi, semua murid kelas XI-IPA menuju laboratorium IPA. Bu Felin guru Biologi kami pun memasuki laboratorium dan memulai pelajarannya. Beliau menjeaskan sedikit materi tentang Mikroskop sebelum melakukan percobaan. Aku berusaha berkonsentrasi mendengarkan penjelasannya. Setelah itu Bu Felin membagi preparat dan lembar kerja kepada setiap siswa. Aku pun mulai mengerjakannya dengan mencari fokus cahaya dan meletakkan lensa obyektif di tengah daerah padang, membuka diafragma dan mengukur cermin cekung kemudian meletakkan preparat di meja benda dan menjepitnya. aku melihatnya melalui lensa okuler serta menyesuaikan pembesaran sehingga bayangan benda preparat tampak jelas setelah itu menggambar sel dan jaringan yang ada di mikroskop tersebut. Setelah selesai aku mengumpulkan lembar kerjaku kepada Bu Felin.
Hujan begitu deras saat aku berada di dalam kelas, terdengar bunyi hujan yang menampar-nampar kaca jendela. Aku berdiri disana memandang keluar jendela dan memperhatikan setiap tetes air hujan yang jatuh. Yang entah mengapa membuatku teringat kembali dengan Velisa. Velisa pernah bilang:
“hujan itu adalah anugerah”
Karena pada saat hujanlah dia bisa memperoleh penghasilan/uang yang bisa dia tabung untuk kebutuhannya kelak agar menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan Ibu Muslimah orang yang selama ini mengasuh serta mendidiknya sejak kecil. Bahwa sesusah apapun hidup jangan pernah meminta-minta karena lebih baik kita mencari pekerjaan halal lain selain meminta.
Aku belajar banyak dari Velisa bagaimana cara memaknai arti hidup yang sesungguhnya. Agar tetap tersenyum meski duka meraja. Aku sangat bangga padanya bagaimana dia berjuang dengan kesederhanaan hidup untuk meraih cita-citanya.
1 hal yang perlu kita tanam pada diri kita adalah:
Jangan menjadi seseorang yang pantang menyerah dan jangan pesimis hanya karna mendengar pendapat buruk orang di sekitar kita bahwa kita juga harus yakin apa yang terbaik untuk kita dan jangan pernah takut untuk mengambil keputusan. Karena hidup kita ada di tangan kita.
Cahaya matahari terasa menyengat menembus kaca jendela kamarku saat aku terbangun. Aku bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi. Hari ini aku berencana ingin pergi ke pasar Blauran. Aku mengenakan T-Shirt lengan pendek biru muda dan sweater serta celana jins warna hitam. Aku mengambil dompet dari dalam lemari dan memasukkannya ke dalam tas putih kecil, kemudian menyelempangkanya ke bahu. Setelah semua siap aku mengambil kunci motorku dan bergegas untuk berangkat. Hari ini cuaca begitu cerah berbeda dengan kemarin.
Sesampainya di sana aku melihat-lihat beraneka macam barang yang di jual mulai dari Baju, Tas, Sepatu, Accessories dan lain lain. Namun aku tertarik dengan salah satu kios yang menjual beraneka macam Accessories terbuat dari kain flannel seperti Bross, Jepit. Bando, Dompet, Sandal dan ada juga Souvenir.
“ada yang bisa saya bantu?” ucap seseorang saat aku berada di depan kios tersebut, namun sepertinya aku mengenalinya dia…
“Velisa!” ucapku padaya
Olivia ya?” jawabnya
“velisa kamu apa kabar” tanyaku seraya memeluknya dia pun membalas pelukanku.
“kabarku baik kamu sendiri gimana?”
“aku juga baik”
Dan tanpa terasa aku pun meneteskan air mata, aku tidak menyangka bahwa akan menemuinya disini. Aku segera menghapus air mataku kemudian melepas pelukanku.
“Velisa aku benar-benar merindukanmu”
“aku juga Oliv tidak ada sahabat yang sepertimu” ucapnya.
“kamu jualan disini”
“iya, kamu mau mencari apa datang kesini?”
“sebenarnya aku berniat untuk jalan-jalan saja cari kesibukan”
“ohh gitu, bagaimana kalau kamu mampir dulu ke kiosku kita ngobrol-ngobrol?”
“ide bagus”
Aku pun masuk ke dalam kios dimana ia berjualan, tempat yang menjual barang dari kain flanel itu tadi.
“emm… ini semua kamu yang buat?” tanyaku sambil melihat-lihat Accessories dari kain flannel itu
“ohh barang-barang ini, iya dibantu sama anak panti lainnya”
“jadi kamu masih tinggal di Panti Asuhan Kasih Bunda?”
“iya, kamu sekolah dimana sekarang”
“di SMA Nusa Bangsa”
“ohh yang di jalan Parung itu kan?”
“iya, kok kamu tahu?”
“aku sering order pesanan disana”
“ohh jadi kamu menerima pesanan juga?”
“iya kamu tahu kan dulu waktu SMP aku menjadi ojek Payung? uang dari hasil ojek Payung itu aku tabung kemudian aku belikan bahan-bahan seperti kain flannel, lem dan sebagainya. Awalnya aku menjualnya hanya keliling-keliling di pasar-pasar saja, dan Alhamdulillah hasil dari jualan tersebut bisa aku gunakan untuk menyewa kios disini”.
“wahh kamu hebat Velisa, bisa menjadikan usaha kecil menjadi besar begini!”
“tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha Oliv, awalnya aku juga ragu namun ibu Muslimah dan anak panti yang lain selau menyemangatiku. Aku juga berfikir kalau nanti aku menyerah bagaimana dengan nasib Panti Asuhan yang terancam tutup ini?”
“terancam tutup?”
‘iya Panti Asuhan kami memang kecil dan jarang dipandang oleh Donatur-donatur dari luar sehingga kita harus memanfaatkan apa yang ada dengan sebaik-baiknya”.
“aku benar-benar kagum padamu Velisa”
“kagum..?” velisapun tertawa
“aku bukan orang hebat/artis terkenal Oliv, untuk apa kau mengagumiku?, hahaha kamu ini lucu!”
Sesaat kami pun terdiam
“oh iya, ngomong-ngomong bagaimana dengan sekolahmu sekarang?” tanyanya memecah keheningan.
“biasa aja” jawabku
“biasa bagaimana?”
“ya begitu tidak ada yang menarik”
“hmm.. pastikan banyak suasana baru dan teman baru juga!”
iya memang, aku punya sahabat disana namanya marsya dia anaknya baik, kapan-kapan aku kenalin deh”
“ohh boleh-boleh seklian nambah teman”
“oke”.
Aku mengobrol banyak dengan Velisa sampai tidak terasa hari pun sudah sore.
“sudah sore, sepertinya aku harus pulang”
“ohh ya sudah, sering-sering main kesini yaa?”
“pasti, oh yaa boleh tidak aku minta Alamat panti asuhan tempat kamu tinggal?”
“tentu”
Velisa mengambil sesobek kertas dan pulpen kemudian menuliskan alamat dan memberikannya padaku.
“terima kasih, aku pulang dulu ya!”
“iya hati-hati di jalan”
“tentu, Assalamualaikum”
“waalaikumsalam”
Pagi ini aku berangkat sekolah seperti biasa dengan mengendarai motorku. Aku bercerita kapada Marsya tentang kejadian kemarin, kalau aku bertemu dengan Velisa serta sudah mendapatkan alamat panti asuhan tempat Velisa tinggal.
Aku dan Marsya mempunyai rencana bahwa ingin mengusulkan acara pentas seni serta bakti sosial pada saat acara hari ulang tahun sekolah 1 bulan lagi. Kemudian kami pun mengusulkannya kepada ketua osis dan ketua osis pun setuju untuk menyampaikannya kepada bapak kepala sekolah. Jadi hanya tinggal menunggu keputusan dari kepala sekolah. Dan tampaknya kepala sekolah pun setuju dengan ide kami. Karena acara ini sangat bermanfaat selain dapat membantu orang lain namun juga akan mengangkat nama baik sekolah dan sekolah akan di pndang baik oleh masyarakat, karena siswa-siswi SMA Nusa Bangsa masih peduli tehadap masyarakat kurang mampu dan dapat berperan aktif dalam kegiatan bakti sosial.
1 bulan telah berlalu, dimana hari ulang tahun SMA Nusa Bangsa pun semakin dekat. Semua anggota osis sibuk mempersiapkannya seluruh siswa-siswi SMA Nusa Bangsa diwajibkan untuk ikut berpartisipasi dengan membayar sebesar Rp. 20.000 rupiah dimana uang tesebut akan di gunakan untuk mengundang bintang tamu untuk memeriahkan acara tersebut. Agar masyarakat tertarik untuk menyaksikan acara ini semua Ekstrakulikuler juga akan ditampilkan sebagai pengisi acara. Di samping itu bapak kepala sekolah juga telah menyediakan tiket masuk untuk orang luar (bukan warga SMA Nusa Bangsa) dengan harga Rp. 15.000 per tiket. Dimana hasil dari penjualan tiket tersebut akan di gunakan untuk membantu panti asuhan kasih bunda.
Acara yang ditunggu-tunggupun telah tiba sekolah mengundang SID sebagai bintang tamu dan ternyata banyak yang tertarik untuk menyaksikan penampilan dari SID terutama para fans-fansnya. Tiket juga terjual habis, acara pensi sekolah serta bakti sosial berjalan dengan sukses dan lancar. Dan dana untuk membantu panti asyhan kasih bunda juga telah terkumpul.
Keesokan harinya kepala sekolah SMA Nusa Bangsa didamping oleh waka kesiswaan serta ketua osis mengunjungi panti asuhan Kasih Bunda. Aku dan Marsya juga diajak karena kami yang telah mengusulakan ide ini. Sekaligus yang mengerti dimana tempat panti asuhan kasih bunda.
Kami pun tiba di halaman panti asuhan tersebut. Sebuah rumah putih yang tidak begitu besar namun sangat nyaman. Halamannya memang cukup luas di Tanami oleh berbagai macam bunga-bunga. Dan disana ada sebuah papan yang bertuliskan Panti Asuhan Kasih Bunda.
Seorang ibu berusia kira-kira 40 tahunan menyambut kami, sepertinya beliau yang bernama ibu Muslimah.
“assalamualaikum” pak Deni kepala sekolah kami memulai pembicaraan
“waalaikumsalam, mari silakan masuk” jawab ibu tadi, beliau mempersilakan kami untuk duduk di ruang tamu.
“maaf ibu sebelumnya, saya pak deni kepala sekolah dari SMA Nusa Bangsa. Kalau boleh saya tahu apa benar ibu pengurus panti asuhan ini?”
“iya pak benar, saya ibu Muslimah sebelumnya ada keperluan apa sehingga membuat bapak datang kemari?”
“begini bu, kami warga SMA Nusa Bangsa menyelenggaraka acara bakti sosial yang di adakan kemarin. Acara ini sengaja kami adakan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Yang kebetulan anak didik kami mengusulkan untuk memberikan dana dari Acara bakti sosial kepada panti asuhan ini, mungkin jumlahnya tidak banyak tetapi mohon ibu terima.”
Pak Deni memberikan amplob berwarna coklat kepada ibu Muslimah. Seketika bu Muslimahp un meneteskan air mata menerima amplop tersebut.
“maaf, ibu tidak apa-apa”
“tidak pak saya hanya terharu, karena selama ini belum pernah ada donator yang melihat bahkan membantu Panti Asuhan ini”
“semoga uang ini bermanfaat bagi ibu”
“terima kasih pak”
“kalau begitu saya ijin untuk pamit karena tidak dapat berlama-lama disini”
“sekali lagi terima kasih pak”
“sama-sama ibu, Assalamualaikum”
“waalaikumsalam”
Kemudian kami pun kembali unuk ke sekolah. Aku melihat Velisa tersenyum padaku sebelum mengampiri ibu Muslimah.
Terimakasih Velisa karena selama ini mengajariku Arti Hidup. Sekarang aku mengerti, Seburuk apapun hujan masih akan ada pelangi setelahnya.
Cerpen Karangan: Dian Permata Sari

Impian Anak Pemulung

“pak ni minum dulu” aku menyodorkan minum untuk bapaknya yang sedang asik meremukan kaleng-kaleng bekas yang kami cari. Bapak menerima minuman yang ku sodorkan tanpa berkata-kata. Mungkin karena bapak sedang lelah jadi dia tidak terlalu meresponku pikirku dalam hati.
Inilah pekerjaanku dan ayahku untuk menyambung hidup kami. Terpaksa pekerjaan ini yang harus kami jalani setelah ayah diPHK dari perusaanya dan ditambah lagi harta kami habis untuk pengobatan ibuku yang sedang sakit keras. Dan imbasnya aku pun juga harus putus sekolah karena bapak tidak sanggup lagi membayar uang sekolahku. Namun aku tidak kecewa karena aku tahu pasti tuhan memiliki rencana yang indah dibalik kejatuhan kami dan cita-citaku juga tidak terlalu tinggi aku hanya ingin menjadi seorang pemain sepak bola.
Setelah lama beristirahat bapak mengajakku untuk melanjutkan mencari ujung tombak penyambung hidup kami. Tapi aku tidak merespon kareena perhatianku tertuju melihat anak-anak yang sedang asik bermain bola di lapangan yang ada di hadapan kami. Melihat aku yang termenung bapak pun memukul pundakku sambil bertanya padaku “kamu ingin bermain bola nak?, main saja sana biar bapak yang melanjutkan pekerjaan ini” kata bapak sambil merangkul pundakku. Aku sangat kegirangan bukan main karena aku di izinkan bapak “aku janji pak bakal pulang malam-malam” teriakku sambil berlari kelapangan untuk menghampiri orang-orang yang sedang bermain tersebut.
Sesampainya di tengah lapangan semua orang yang ada di sana terdiam sejenak melihat kehadiran ku dan mereka melihat dengan seksama dari ujung kaki sampai ujung kepalaku. Mungkin mereka heran melihat pakaianku yang compang-camping. Awalnya aku merasa takut melihat pandangan mereka kepadaku namun, aku beranikan diri untuk memperkenalkan diri dan meminta mereka untuk mengizinkan aku bergabung dengan mereka. Tapi ternayata yang ku pikirkan berbanding terbalik dengan yang kelihatan. Mereka sangat ramah terhadapku dan mereka pun menyalamiku sambil memperkenalkan diri mereka masing-masing. Namun tiba-tiba seorang anak menghampiriku “Eh gembel, mendingan lu pergi dari sini, orang kayak lo gak pantas gabung sama kita-kita” mendengar perkataan itu aku tertunduk leseh tapi untunglah temanku yang lain berpihak kepadaku dan salah satu dari mereka membisikan sesuatu Doni namanya “sudahlah, jangan masukan ke hati omongan rio dia memang agak sombong. mungkin karena dia baru-baru ini diterima masuk timnas. Kamu boleh kok gabung sama kita-kita” melihat perbincangan kami yang terlalu lama rio kembali membentaku dan dia memberiku tantanga jugling mengitari satu lapangan dan jika aku menang barulah aku boleh bergabung dengan mereka. Awalnya aku hanya terdiam namun melihat teman-temanku yang lain terus memotivasiku semangatku jadi meningkat kembali dan aku pun menerima tantangan Rio.
Saat pertandingan kami sedang berlangsung tiba-tiba Rio terjatuh meringis kesakitan mungkin karena permukaan lapangan yang tidak stabil membuat dia terjatuh. Aku dan teman-temanku pun berlari menghampiri rio. Aku yang bermaksud membantu dia namun rio malah membentak dan mendorongku “Eh gembel, jangan dekat-dekatin tangan lo sama gue ntar gue malah terkena bakteri-bakteri yang ada di tangan lo lagi” mendengar rio yang berkata seperti itu teman-temanya pun menjadi emosi namun aku berusaha meredakan amarah mereka dan meminta mereka menggotong Rio ke pinggir lapangan.
Setelah menggotong rio ke luar lapangan kami pun bermain bola setelah sekitar 1 jam lama bermain kami pun beristirahat. Saat beristirahat teman-teman baruku banyak yang menanyakan tentang kehidupanku dan juga memuji permainanku. Aku hanya bisa tersenyum merespon pujian mereka. Melihat teman-temanku yang terus memujiku tiba-tiba rio berteriak “udah lah, ngapain kalian muji anak gembel ini mendingan dia muji gue yang jelas sudah menjadi pemain timnas” dengan sombongnya.
Mendengar perkataan itu teman-temanya mengajakku untuk pulang meninggalka rio. Melihat teman-temanya meninggalkannya rio berteriak agar mereka kembali namun satu orang pun tidak menghiraukan teriakan dia. Dalam perjalana pulang kami saling bercanda gurau satu dengan yang lainya dan banyak membahas tentang kesombongan rio.
Setelah sampai di perempatan kami pun berpisah karena rumah mereka berlawanan arah dengan gubuk ku. Sebelum kami berpisah mereka menyalamiku dan meminta aku datang kembali esok hari. Aku menyaggupi permintaan mereka setelah sampai di rumah aku memberi salam pada kedua orangtuaku dan bergegas untuk mandi. menghampiri bapaku dan memberikan kopi yang ku buat bapakku pun menanyakan bagaimana respon mereka denganku. Aku menceritakan semua yang aku alami bersama mereka tadi termasuk rio yang membenciku.
Sedang asik berbicara aku melihat bapak serius melihatku setelah ku perhatikan dengan baik ternyata bapak melihat kakiku yang luka-luka karena memang aku tidak mempunyai sepatu untuk berrmain dan aku pun tadi bermain dengan kaki ayam. Ayah pun memelukku “maafkan bapak ya nak, bapak belum bisa membelikan sepatu bola untukmu. bapak memang ayah yang tidak bisa kamu andalkan…” melihat bapak yang berkata seperti itu aku langsung memotong pembicaraan bapak “tidak apa-apa pak, sepatu bola itu bukan menjadi kebutuhanku. Toh… tanpa sepatu bola aku masih bisa bermain. Yang terpenting sekarang hanyalah kesembuhan ibu” mendengar perkataan aku bapak kembali memelukku sambil mencium keningku.
Aku coba meminta izin agar aku diperbolehakan berlatih bola dan hanya membantu dia hanya setengah hari. ternyata bapak mengizinkan ku aku pun bersorak kegirangan sampai-sampai ibu terbangun dari tidurnya karena mendengar suara ku yang terlalu keras.
Keesokan paginya aku kembali membantu bapak mencari kaleng-kaleng bekas dan saat jam 2 aku berpamitan kepada bapak untuk bermain bola ke lapangan. Begitulah kegiatan rutinku selama sebulan ini.
Saat kami sedang beristirahat fahrid menegurku “besok kamu ikut kami pergi ya” “kemana” tanyaku kebinggungan. “kami telah mendaftarkan mu untuk seleksi timnas tahap 2 besok” jawabnya dengan lugas. Aku hanya temenung sepatu gak punya bagaimana bisa ikut seleksi fikirku dalam hati. Melihat aku yang termenung fahrid menyadarkanku dan bertanya yang sedang aku fikirkan. Aku pun menceritakan semua kendalaku kepada mereka tiba-tiba dengan serentak mereka menyodorkan sepatu mereka kehadapanku. ”Terima kasih kawan” kataku kepada mereka semua.
Setelah ku coba satu persatu sepatu mereka tidak ada satu pun sepatu mereka yang muat ke kakiku. Aku pun hanya bisa tertunduk lesu fahrid merangkul pundaku dan mencoba menghiiburku. “mungkin belum saatnya aku masuk dalam timnas kawan, terima kasih ya atas dukungan kalian” kataku dengan penuh ketegaran. “mau ada sepatu pun mana mungkin anak gembel ini bisa masuk timnas kayak gue” melihat perkataan rio yang seperti itu teman-temanya pun terbakar emosi dan kali ini aku tidak mampu meredam amarah mereka. ”Wei rio, jangan sombong lu, mulut lu bisa jadi senjata pembunuh lu ntar. kami yakin besok dia bakal bisa ikut seleksi walaupun tanpa sepatu” bentakan fahrid kepada rio. Mereka pun mengajak aku meninggalkan rio.
Saat di perjalanan pulang teman-temanku pun terus menyemangatiku dan memintaku tetap untuk datang menghadiri seleksi jam 9 pagi besok. Aku memaksakan untuk tersenyum untuk menghargai semangat yang mereka berikan padaku. Saat di persimpangan kami pun berpisah tapi kali ini aku tidak langsung pulang. Aku duduk di atas kursi batu yang ada di tepi jalan tersebut sambil merenung. ”Ya tuhan, apakan engkau memang tidak mengiziinkan ku untuk mengikuti seleksi tersebut, tapi mengapa tuhan…” sambil aku bersungut-sungut. Tiba-tiba perhatianku tertuju kepada rio dia tidak sadar bahwa ia telah berjalan terlalu ke tengah dan ada mobil di belakangnya.
Tanpa fikir panjang lagi aku langsung menghidupkan mesin kudaku dan berlari sekencang mungkin ke arah rio dan aku pun langsung mendorong dia dan tabrakan pun dapat dihindarkan. Melihat kejadian tersebu sontak rio langsung terkejut dan terdiam sejenak. Tiba-tiba rio memelukku dan meminta maaf atas semua perbuatannya kepadaku. ”Tidak apa rio sebelum lu minta maaf gue udah maafin lu kok”. Rio langsung menyodorkan sepatunya kepada ku aku pun sontak tidak percaya “serius ni rio, lu gak becanda kan?” tanyaku tidak percaya. “udah lu coba dulu, pasti muat buat lu tuh sepatu”. Aku pun langsung mencobanya dan ternyata benar sepatu itu muat di kakiku. Aku langsung bersorak kegirangan dan masih tidak percaya “lu harus janji ya sama gue, kita berdua harus masuk skuat utama dan membawa nama indonesia ke mata dunia”. Aku tersenyum kepadanya dan berlari meninggalkan rio untuk memberitahukan berita ini kepada orangtuaku.
Dengan nafas terengah-engah aku memberitahukan hal yang menggembirakan ini. “kenapa kamu nak, seperti habis dikejar anjing saja, tenangkan dirimu dan katakan apa yang terjadi” bapak terkejut melihatku. Aku mengambil minum dan membicarakan apa yang telah terjadi. “Ini kesempatan yang bagus untuk mewujudkan mimpimu. Berikan penampilan terbaikmu nak, jangan kecewakan orangtuamu apalagi teman-temanmu yang sangat mensupport kamu”. Aku berjanji pak jawabku dengan penuh keyakinan.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali aku berpamitan kepada orangtuaku untuk pergi ke lapangan aku tidak membantu bapak karena seleksi dimulai jam 9 pagi. Setelah sampai di lapangan semua temanku heran karena aku memakai sepatu pemberian rio. Kami hanya bisa tersenyum melihat kebinggungan mereka. “sudahlah, mari kita pergi nanti terlambat lagi” potongku yang masih melihat kebinggungan mereka. Sesampainya di stadion GBK sebelum masuk untuk seleksi. kami berdoa bersama agar semuanya berjalan dengan baik.
2 hari kemudian kami kembali ke stadion untuk menghadiri penggumuman siapa saja yang akan masuk dalam skuat timnaas. Dan kali ini aku mengajak bapaku setelah lama menunggu akhirnya tibalah saat-saat yang mendebarkan penggumuman nama-nama pun dibacakan betapa girangnya kami ketika mendengar nama aku dan rio masuk dalam skuat timnas indonesia.
“ini baru awal, perjalanan masih panjang, ingatlah anak-anak saat kalian menjadi orang yang besar nanti jangan melupakan orang-orang yang telah mensupport kalian menjadi orang sebesar ini”. Bapak memberi nasehat kepada kami. Dan perjalanaku dalam timnas indonesia pun dimulai aku dan rio menjadi ujung tombak kemenangan indonesia. Dan pada akhirnya impian masyarakat indonesia untuk melihat garuda berlaga di piala dunia pun terwujudkan dan berkat pencapaian ini aku dan rio dikontrak salah satu tim besar di liga inggris.
Sekarang kehidupanku berubah 360 derajat. Gubukku sekarang sudah menjadi istana yang sangat megah aku juga bisa membiayai pengobatan ibuku hingga sembuh intinya kehidupaanku sekarang sudah lebih dari berkecukupan sampai sekarang pun aku menganggap ini masih seperti mimpi seorang anak pemulung bisa menjadi bintang dunia.
Cerpen Karangan: Gleam Pratama
Facebook: Gleam Pratama